Posts

Sumber Air Baku

Image
Beberapa sumber air dapat dijadikan sumber air baku yaitu: Air permukaan Air tanah dangkal Air tanah dalam / artesis Air laut maupun air hujan dapat dijadikan sebagai sumber air tetapi dalam hal ini kita berbicara untuk pengolahan air tawar.  Secara sederhana, lapisan tanah yang terdapat sumber air digambarkan sebagai berikut Sumber Air Pemilihan sumber air sebagai sumber air baku meliputi penilaian karakteristik sebagai berikut: Kualitas Kuantitas Kontinyuitas Kualitas Air Baku Pemerikasaan kualitas air baku untuk menganalisa kemungkinan proses dan kerumitan proses pengolahan. Pemilihan sumber air baku sangat prinsipil dalam teknik pengolahan karena semua proses selalu diawali keadaan sumber air baku. Akibat dari pengaruh lingkungan pada kualitas air baku selayaknya menjadi perhatian pada saat melakukan penilaian. Setiap terjadi perubahan maka harus dilakukan penilaian ulang. Parameter kualitas air yang diuji adalah: Fisika, meliputi warna, bau, ra...

Uji Kualitas Air

Image
Kontrol kualitas air atau pengujian kualitas air dimulai sejak awal pengolahan yaitu di sumber air baku, di proses dan di hasil pengolahan. Beberapa pengujian juga dilakukan selama proses pengolahan untuk memasikan proses bekerja seperti yang diharapkan. Pengujian kualitas air dilakukan secara labolatorium untuk mendapatkan hasil yang akurat. Observasi langsung terhadap kondisi sumber juga dapat dijadikan acuan untuk menentukan kualitas air tetapi pengujian secara labolaorium jelas merupakan hasil nyata yang akurat.  Pengujian meliputi: Pengambilan Sampel (Sampling) Pengujian Fisika Pengujian  Kimia Pengujian Radiologi Pengujian Mikrobiologi 1. Pengambilan Sampel (Sampling) Sampel hendaknya diambil secara acak dari beberapa titik dari sumber air untuk mendapatkan hasil yang mewakili kondisi sumber air. Untuk sumber yang mengalami perubahan kualitas karena faktor lingkungan seperti cuaca, aktivitas pertanian, atau industri hendaknya dilakukan pengambilan sam...

Rangkaian Kerja Instalasi Pengolahan Air

Image
Sebagai otomatisasi rangkaian proses pengolahan air, instalasi pengolahan air apapun bentuk dan skala produksinya akan tetap mengacu pada rangkaian dasar pengolahan air, yaitu: Sumber Air –> Koagulasi-Flokulasi-Sedimentasi (Pengendapan) –> Filtrasi –> Disinfeksi Sebuah Instalasi merujuk pada peralatan yang bekerja melakukan proses-proses yang terjadi dalam suatu pengolahan air. Perkembangan atas peralatan tersebut yang menyebabkan inovasi terhadap instalasi pengolahan air ini sedangkan proses yang terjadi selama pengolahan secara umum tetap mengikuti kaidah rangkaian dasar pengolahan air di atas baik secara keseluruhan maupun sebagian tergantung pada tingkat kerumitan terhadap air baku yang akan diolah. Sumber air baku, seperti yang sudah dijelaskan pada Teknik Dasar Pengolahan Air, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian pengolahan air. Pengamatan terhadap fisik sumber, kualitas air, dan persyaratan lain sebagai sumber yang layak diolah merupakan para...

Pengertian Instalasi Pengolahan Air

Instalasi Pengolahan Air atau Water Treatment Plant adalah suatu rangkaian modul peralatan yang bekerja berkesinambungan mengolah air baku menjadi air yang aman dikonsumsi. Rangkaian peralatan tersebut dirancang untuk mempermudah operator dalam mengaplikasikan teknik pengolahan air sehingga hasil produksi air dapat dimaksimalkan dan kualitas dapat terjaga secara menyeluruh. Berdasarkan instalasi pengolahannya, pengolahan air dibedakan menjadi: Pengolahan air skala rumah tangga Pengolahan air skala besar Pengolahan air skala rumah tangga adalah pengolahan air yang diaplikasikan dalam skala rumah tangga. Jenis peralatan yang digunakan bisa menggunakan model penyaringan pasir, keramik filter, atau ultra filter. Model pengendapan dengan menggunakan drum, ember, ijuk, dan lain-lain bahan yang mudah ditemui sehari-hari. Pengolahan air skala besar berkorelasi dengan besarnya produksi air. Skala produksi pengolahan jenis ini bisa mencukup kebutuhan banyak orang. Peralatan untuk...

Bagian 11: Rangkaian Pengolahan Air

Tulisan ini hanyalah sebuah resume dari dasar pengolahan air yang telah dibahas dalam 10 bagian sebelumnya. Rangkaian ini dimulai dari sumber air dilanjutkan dengan proses pengendapan baik secara fisika maupun dengan bantuan bahan kimia (yang disebut proses koagulasi-flokulasi) dan penyaringan (filtrasi). Air hasil pengolahan melalui proses tadi belum dapat dikatakan aman dari kontaminasi mikroorganisme sehingga tahap akhir dari pengolahan adalah desinfeksi dari mikroorganisme. Pemilihan sumber air sesungguhnya awal dari sebuah pengolahan. Secara prinsip, kerumitan dalam suatu pengolahan diawali dari cara memilih sumber air. Air dari hulu sungai akan lebih mudah diolah daripada yang di hilir. Air dari sumur dalam yang terlindungi dengan baik akan lebih mudah dari air danau. Seperti itulah awal dari pengolahan. Jika tidak ingin terjebak dalam kerumitan maka pilihlah sumber air yang tepat. Bijaksanalah jika menggunakan bahan kimia dalam memisahkan air dari partikel pengotornya. ...

Bagian 10: Menentukan Kebutuhan Klorin

Image
Kadar residu klorin bebas dalam air minum yang aman adalah antara 0,2 sampai 0,6 ppm. Senyawa HTH yang bereaksi dengan air akan terurai menjadi senyawa yang bereaksi dengan senyawa lain dalam air dan tersisa residu klorin yang bertindak sebagai desinfektan.  Senyawa HTH pun dapat bereaksi dengan senyawa nitrogen membentuk klorin terkombinasi yang masih memiliki efek desinfektan. Untuk menghitung kebutuhan HTH yang harus ditambahkan ke dalam air yang diolah dengan kadar residu klorin bebas yang diinginkan harus melalui tahapan percobaan terhadap variasi penambahan larutan HTH terhadap kadar residu klorin bebas pada waktu kontak tertentu. Percobaan yang dilakukan mirip dengan Jar Test pada penetapan jumlah Aluminium Sulfat yang dibutuhkan. Yang membedakan adalah konversi penimbangan HTH untuk larutan induk 1%, pengadukan, volume sampel air, dosis yang ditambahkan, dan teknik pengadukan.   Prosedur: 1. Buat Larutan Induk Klorin 1% dengan melarutkan 14,...

Bagian 09: Penghilangan Mikroorganisme Patogen

Image
Mikroorganisme patogen yang menjadi permasalahan utama dalam kesehatan adalah bakteri e.coli. Bakteri ini menyebabkan penyakit diare yang menjadi permasalahan besar ketika menjadi wabah. Sumber utama pencemaran bakteri ini adalah dari perilaku kebersihan manusia itu sendiri. Kotoran yang dihasilkan dari metabolisme manusia dan hewan mengandung banyak bakteri e. coli. Pola sanitasi yang buruk menyebabkan kontaminasi pada sumber air. Penentuan kadar e. coli ditetapkan dalam satuan per 100 ml sampel Coliform. Coliform adalah bentuk koloni bakteri e.coli yang berjumlah lebih dari sejuta bakteri dalam satu koloni. Pemeriksaan kualitatif maupun kuantitatif bakteri e.coli hanya dapat dilakukan dalam pemeriksaan labolatorium. Dalam air yang aman dikonsumsi, tidak boleh ada bakteri e.coli dalam 100 ml sampel atau 0/100 ml sampel. Untuk menghilangkan miktoorganisme (desinfeksi) dalam air dapat dilakukan cara-cara sebagai berikut: Secara Fisika Merebus Pemaparan pada sinar matahari (Sola...