Posts

Merancang Pengolahan Air Skala Rumah Tangga

Image
Definisi dari skala rumah tangga ya berarti penggunaannya sebatas untuk keperluan sehari-hari di rumah. Jika berasumsi bahwa kebutuhan air perorang perhari 50 liter maka untuk keluarga dengan 5 orang anggota membutuhkan air sebanyak 250 liter. Angka inilah yang menjadi acuan pembuatan model untuk rumah tangga. Alur berpikir merancang instalasi pengolahan air skala kecil atau besar sama saja. Di sini kita lakukan pendekatan skala rumah tangga agar mudah dipahami. kita samakan alur berpikir dengan diagram alur berikut ini Untuk lebih memberikan gambaran, saya berikan sebuah contoh kasus.  Sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya berasal dari sumur gali yang struktur tanahnya keropos sehingga tercemar dari selokan. Air keruh, berbau, dan terkadang terdapat buih deterjen. Bagaimana kita mengatasi masalah ini? Banyak cara untuk mengatasinya. Agar sistematik, kita mengacu pada dasar pengolahan air yang telah kita bicarakan sebelumnya mulai dari pendahuluan sam

Penampungan Hasil Olahan dan Disinfeksi

Image
Penampungan air hasil olahan dimaksudkan untuk menampung air yang telah melalui tahapan pengolahan sebelum didistribusikan. Di penampungan ini pula proses disinfeksi dilakukan dengan cara klorinasi langsung pada volume air di penampungan maupun diijeksikan pada saluran transmisi sebelum masuk ke penampungan. Selain dengan klorinasi, dapat pula dilakukan dengan penyinaran ultra violet pada air untuk membunuh mikroorganisme yang masih terkandung dalam air. Penampungan air olahan seharusnya tertutup untuk mencegah kontaminasi dari lingkungan sekitar. Pilihan disinfeksi dengan klorin untuk mencegah rekontaminasi dari lingkungan karena klorin memiliki efek residual yang tertahan lama dalam air. Berbeda dengan penyinaran yang mampu membunuh mikroorganisme tetapi tidak memiliki efek residual. Beberapa penampungan yang digunakan seperti drum, torn, bladder, tangki oxfarm harus memiliki kelayakan bahan yang tidak memberikan paparan yang berbahaya bagi air yang ditampungnya. Contoh gamb

Filtrasi dalam Instalasi

Image
Rangkaian Filtrasi Dalam Instalasi Penyaringan atau filtrasi adalah proses pemisahan komponen padatan yang terkandung dalam air dengan melewatkannya melalui media berpori atau bahan berpori lainnya. Penyaringan merupakan bagian dari rangkaian pengolahan air baik dengan atau tanpa pre-treatment. Pre-treatment dilakukan setelah menilai kemampuan filter dalam menyaring kekeruhan dalam air baku. Contohnya pasir lambat hanya mampu menyaring kekeruhan di bawah 50 NTU dan pasir cepat hanya mampu menyaring kekeruhan di bawah 10 NTU. Banyak filter lain selain bermedia pasir yang memiliki spesifikasi kemampuan menyaring kekeruhan air. Pastikan spesifikasi filter sebelum memutuskan melakukan pre-treatment. Mekanisme yang terjadi pada filter yaitu penyaringan mekanis, sedimentasi, adsorpsi, koagulasi pada wadah media, dan aktivitas biologi.  (Baca Teknik Dasar Pengolahan Air Bagian 7: Penyaringan/Filtrasi ) Filtrasi dalam Instalasi Selanjutnya setelah mengalami proses pen

Penambahan Bahan Kimia Pengendap Pada Instalasi

Image
Proses koagulasi flokulasi dan sedimentasi atau kita sebut saja proses pengendapan dalam sebuah instalasi pengolahan air terjadi sebelum filtrasi atau penyaringan. Tujuan dari proses ini untuk mengurangi kekeruhan yang dapat diterima oleh filter. Filter pasir cepat hanya bisa menyaring optimal pada kekeruhan dibawah 10 NTU. Proses pengendapan ini disebut juga Pengolahan Pendahuluan / Pre-treatment. ( Baca Teknik Dasar Pengolahan Air Bagian 8: Mekanisme Kerja Filter Pasir ). Pada bagian ini, pengendapan melibatkan bahan kimia pengendap. Pilihan bahan kimia ini banyak ditemui di pasaran bebas seperti Alumunium Sulfat, PAC, Fero Klorida, atau Feri Sulfat. Pilihan ini tergantung pada efektivitas dan efisiensi pengolahan, kualitas air baku, dan ketersediaan bahan. ( Baca Teknik Dasar Pengolahan Air Bagian 3: Teknik Pengendapan/Sedimentasi ). Penambahan bahan kimia pengendap dimaksudkan agar terjadi reaksi antara padatan dalam air yang bersifat koloid (koagulasi) sehingga saling men

Penampungan Air Baku

Image
Tujuannya  menampung air baku adalah untuk mendekatkan air baku dengan instalasi pengolahan sekaligus untuk melakukan pengolahan pendahuluan (pre-treatment) jika dibutuhkan. Untuk istalasi yang bear, pemindahan air baku ke penampungan biasa dilakukan untuk mempermudah pengujian kualitas air baku. Di penampungan inilah air baku dikenakan tindakan pengolahan berupa proses koagulasi-flokulasi-sedimentasi. Ukuran penampungan air baku disesuaikan dengan kapasitas produksi. Tidak ada patokan ukuran yang pasti tetapi berdasarkan pengalaman, volume penampungan minimal sebanding dengan kapasitas produksi per siklus. Jika ingin memproduksi satu drum air bersih, maka penampungan air bakunya pun satu drum. Kembali bahwa tidak ada patokan standar, ini hanya efiensi transmisi dan proses pre-treatment saja. Bentuk penampuangan bisa berbentuk silider maupun kolam. Bentuk silinder direkomendasikan untuk pengolahan yang menggunakan pre-treatment karena perputaran air dalam penampungan dapat dim

Pemindahan/Transmisi Air

Image
Pemindahan atau transmisi air dalam proses pengolahan melalui saluran baik dibantu energi mekanik maupun secara gravitasi. Proses transmisi ini memegang peranan vital dalam suatu instalasi pengolahan air termasuk dalam menghitung kapasitas produksi.Saluran transimisi berupa pipa jika berbentuk kaku dan selang jika berbentuk saluran fleksibel. Pipa Menurut bahan pembuatnya, jenis pipa terdiri dari: Pipa galvanis (Galvanized Iron Pipe), pipa besi yang dilapisi oleh galvanis. Tidak untuk air panas. PVC (Poly Vinyl Chloride), yaitu pipa yang terbuat dari bahan dasar vinyl yang menghasilkan pipa yang kuat, ringan, tahan karat. Tidak untuk air panas. HDPE (High Density Poly Ethylene), Berbahan dasar Polyethylene dengan kepadatan tinggi sehingga menghasilkan pipa yang lebih tahan terhadap tekanan dan bahan kimia. Pipa Baja (Steel Pipe), Jenis pipa yang biasa digunakan untuk pasokan energi seperti air, gas, minyak. Pipa Tembaga, Pipa yang digunakan pada instalasi air panas. Pipa